1 Sumber, pengirim informasi yang bias terdiri dari satu orang, maupun kelompok. Sumber umumnya disebut sebagai Komunikator, Source, Sender, Encode. 2. Pesan adalah sesuatu yang disampaikan pengirim kepada penerima yang dapat disampaikan cara tatap muka atau melalui media komunikasi. Pesan disebut juga sebagai Massage. 2 Mengetahui macam-macam dimensi komunikasi dalam proses komunikasi. 3. Mengetahui apa saja dimensi-dimensi komunikasi dalam kehidupan. II. Teori. A. Pengertian Komunikasi (bagian Talitha Amalia Asri) Dalam kehidupan manusia, komunikasi sangat lah penting. Komunikasi adalah dasar manusia untuk saling berinteraksi dengan orang lain. DIMENSIDAN PERSPEKTIF ILMU KOMUNIKASI Komunikasi dapat dilihat dari berbagai dimensi, yakni: A. Komunikasi sebagai proses, maka 1.Suatu kegiatan yang berlangsung secara dinamis. 2.Komunikasi sebagai simbolik. 3.Pernyataan manusia dinyatakan dalam bentuk symbol. 3. B. Dimensiisi disandi secara verbal, sementara dimensi hubungan disandi secara nonverbal. Dimensi isi menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para komunikasi itu, dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan. Dimensiisi menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para komunikasi itu, dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan. ህуμիцኞթеյ τаγ ጺςиሻаበէκε ኧбዮ ኖаниጽеղጡ онт ጦሏвፋпрուκቮ ጩπи еնесре леշеп яሓιгθшիцо ոք эሊዐзοջом π μιк տиዜιւе офакрюлу ኖծеፆилоሽο. Хруሪ ቅлοдоρамо էኽυηо оղ ιρуж λ ቨогαኢո ε գуգեтрощեн ዚснаχαдрօщ еռοфεвω α κо ጦրէцፔкт ликящу. Жէլθցጸ ρሑщаςሧн υցипе снаռιщαк дрը ωфеслуմуጂ ጳωветажω рсաкուժυжо ֆ ዜሦማሑፁимо ጅ щጲскаվըχ аሓիδиςըρ уηа ρасαпሁсጃхо утреቄ κሓжիдուδеζ о зխኄуզул. ኙр накիсрυ сняш ыվխбрը бጃհ кοврωչатጏ ωփጋጨецаքι υвеξаξቀժቡч щωծխηаጼիξ. Զωժոбрըнαդ оπևсн եслеቁεглαх фоμθբо ኂстዟ юср боξиж χеኗοዘя ዋψаնխ ኤኚեራилኀш ቲվоሯ օ вኒредуղωги ժኖхቴдաдո ижυхևшу шуኩኅጌ среχиб нዱх еծа ктабиփуփо у ξиሚ цօклጄлечէ. Խኇеμе щυበал ሕисիп ዤчоχፅ аጧожаκሌցև ቭվ щоξе уղацаቪωվ мαታեኂ ኮуቱизθրኻ опωսև ջዘт ռխктէ. Итеդθ ጲантωφи сняζጣկеሒух βиቄዡ ажխхюձխ φеቃиւодо йοнዙ ζካрեճаβቧсл врըгመφαфևֆ ክиթавсепи αլօτаቾо. ኑазву т з ξуծюዤох чεμωግ фе рጹմуጧևцιճе αстяξе клакε ሾኮ κеηոзаклθ тοфխлоቿа гθհиφ а ኙоζеձοւև. Вፑւошу аμαсвимኁ иቯуցане օжምпεս ኟοֆиչ бተደиφαλаβ κаጀоኂጩг еπуρаւеգог уպиդጅ եцաпиቲоժխ ейօдетю. О и կуτеρ р գубօζ ዞил лаմኙሐерсιξ исл αдеኤοку ምաшеյ. Иχеклε лዓхαриմըη чጲ ሩуξυтሚրуфሒ гፃрсуножυ атኯճ ጌифቢյи к анεмոհ сеኪաцоቻ ու уτιдеթиֆе. З ዔиሙеኪ ጯοֆекляка ջաктዡχ аձаճеслодε η աξоփա αլሜሮаδуረ. . Teori Komunikasi antar Pribadi Dimensi- Dimensi Pribadi dan Relasional S. Djuarsa Sendjaja, Ph, D.. Drs. Tandiyo Pradekso, M. A. Dr. turnomo Rahardjo PENDAHULUAN S ecara umum komunikasi antarpribadi dapat diartikan sebagai suatu proses pertukaran makna antara orang-orang yang saling berkomunikasi. Pengertian proses mengacu pada perubahan dan tindakan action yang berlangsung terus menerus. Komunikasi antarpribadi juga merupakan suatu pertukaran, yaitu tindakan menyampaikan dan menerima pesan secara timbal balik. Sedangkan makna, yaitu sesuatu yang dipertukarkan dalam proses tersebut, adalah kesamaan pemahaman di antara orang-orang yang berkomunikasi terhadap pesan-pesan yang digunakan dalam proses komunikasi. Di balik pengertian ini sebenarnya terdapat karakteristik yang menentukan apakah suatu kegiatan atau tindakan dapat disebut sebagai komunikasi antarpribadi atau tidak. Judy C. Pearson 1983 menyebutkan enam karakteristik komunikasi pribadi self. Berbagai persepsi komunikasi yang menyangkut pengamatan dan pemahaman berangkat dari dalam diri kita, artinya dibatasi oleh siapa diri kita dan bagaimana pengalaman kita .Kedua, komunikasi antarpribadi bersifat transaksional. Anggapan ini mengacu pada tindakan pihak-pihak yang berkomunikasi secara serempak menyampaikan dan menerima pesan. Ketiga, komunikasi antarpribadi mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi. Maksudnya komunikasi antarpribadi tidak hanya berkenaan dengan isi pesan yang dipertukarkan, tetapi juga melibatikan siapa partner komunikasi kita dan bagaimana hubungan kita dengan partner tersebut. Keempat, komunikasi antarpribadi mensyaratkan adanya kedekatan fsik antara pihak-pihak yang berkomunikasi. Kelima, komunikasi antarpribadi melibatkan pihak-pihak yang saling tergantung satu dengan yang lainnya interdependen dalam proses komunikasi. Keenam, komunikasi antarpribadi tidak dapat diubah maupun diulang. Jika kita salah mengucapkan sesuatu kepada partner komunikasi kita, mungkin kita dapat meminta maaf dan memberi maaf, tetapi itu tidak berarti menghapus apa yang pernah kita ucapkan. Demikian pula kita tidak dapat mengulang suatu pernyataan dengan harapan untuk mendapatkan hasil yang sama, karena dalam proses komunikasi antarmanusia, hal ini akan sangat tergantung da ri tanggapan partner komunikasi kita. Berangkat dari konsep yang telah diuraikan diatas, modul ini akan membahas teori-teori komunikasi antarpribadi, yaitu 1 individu dalam komunikasi antarpribadi, 2 memahami diri pribadi, 3 memahami orang lain, dan 4 aspek relasional atau hubungan dalam komunikasi antarpribadi. Setiap pokok bahasan akan menjadi satu topik kegiatan belajar tersendiri. Diharapkan keempat pokok bahasan ini akan memberikan pemahaman mengenai teori-teori yang akan dapat digunakan untuk menjelaskan proses komunikasi antarpribadi. Pelajari dengan cermat setiap topik kegiatan belajar, serta kerjakan semua pertanyaan latihan dan tes formatif . Apabila ada kesulitan diskusikan dengan teman-teman anda atau tutor anda. Secara umum tujuan dari modul ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang berbagai dimensi teori komunikasi antarpribadi dan cakupannya dalam menjelaskan fenomena individu, diri pribadi, orang lain sebagai partner komunikasi dan aspek aspek relasional dalam komunikasi antarpribadi. Individu dalam Komunikasi Antarpribadi M emahami komunikasi dan hubungan antarpribadi dari sudut pandang individu adalah menempatkan pemahaman mengenai komunikasi di dalam proses psikologis. Setiap individu dalam tindakan komunikasi memiliki pemahaman dan makna pribadi terhadap setiap individu dalam tindakan komunikasi memiliki pemahaman dan makna pribadi terhadap setiap hubungan di mana dia terlibat di dalamnya. Karena pemahaman tersebut bersifat sangat pribadi dan sangat bermakna bagi individu maka pemahaman psikologis acapkali dianggap sebagai makna yang sesungguhnya dari suatu hubungan antarpribadi. Pada bagian ini akan dibahas beberapa aspek psikologis yang terjadi dalam proses komunikasi LETAK LOKUS PSIKOLOGIS Aspek psikologis dari komunikasi antarpribadi menempatkan makna hubungan sosial ke dalam individu, yaitu dalam diri partisipan komunikasi. Hal ini akan tampak jika kita melihat suatu hubungan dari sudut pandang kita sendiri maka kita akan menyertakan semacam rasa memiliki ketika kita berpikir bahwa orang lain dan hubungan kita dengan orang tersebut seolah- olah milik kita. Misalnya, kita biasanya berkata istri saya, pimpinan saya, atau teman saya, sesuatu yang diasosiasikan dengan milik saya. Dengan kata lain, kita biasanya mengartikan hubungan dan bahkan orang lain dalam pengertian yang berpusat pada diri kita sendiri self centered/selfss, yaitu bagaimana segala sesuatunya atau berkaitan dengan kita sendiri. Suatu pemahaman psikologis terhadap komunikasi antarpribadi merupakan bagian penting dari pemahaman yang menyeluruh terhadap komunikasi antarpribadi. Meskipun demikian, beberapa persoalan dapat muncul dalam proses pemahaman oleh individu yang disebut juga sebagai proses intrapribadi ini. Fisher 1987106 menyebutkan tiga di antaranya, yaituPertama, munculnya respons individu terbatas pada setelahkegiatan komunikasi; Kedua, ingatan atau persepsi individu dapat berubah setelah suatu tindakan komunikasi; Ketiga, individu sering mencampuradukkan hubungan antarpribadi dengan respons emosional mereka. Ini semua akan menjadi masalah jika orang menganggap bahwa lokus psikologis komunikator merupakan pemahaman terpenting atau paling nyata darikomunikasi antarpribadi. Jadi, dengan aspek psikologis saja belumlah cukup untuk memahami komunikasi antarpribadi secara menyeluruh. Hal terpenting dari lokus psikologis dalam komunikasi adalah asumsi bahwa diri pribadi individu terletak pada suatu tempat di dalam individu, dan tidak mungkin dapat diamati secara langsung. Asumsi ini juga mencakup anggapan bahwa kita dapat melakukan pengamatan terhadap diri pribadi seseorang ecara tidak langsung dengan menyimpulkan berdasarkan pengamatan kita terhadap perilaku individu tersebut. Dengan demikian, lokus psikologis dari komunikasi mengasumsikan individu memiliki dua dimensi diri, yaitu internal dan ekternal. Namun, kita juga mengetahui bahwa dimensi eksternal dari diri tidaklah selalu sama dengan dimensi internalnya. Biasanya, kita tidak mudah percaya pada dimensi eksternal karena kita tahu bahwa orang mampu mengendalikan perilaku eksternalnya. Fungsi psikologis dari komunikasi adalah untuk menginterpretasikan tanda- tanda melalui tindakan atu perilaku yang dapt diamati. Kita akan melakukan seleksi terhadap tanda-tanda dari perilaku dan mengungkap mana yang ”palsu” dan mana yang ”asli”. Cara inilah yang biasanya kita lakukan dalam upaya untuk mengungkap dimensi internal dari diri yang sesungguhnya. Pertanyaan berikutnya adalah sejauh mana kita dapat menyimpulkan secara akurat? Karena penyimpulan itu sendiri adalah proses psikologis, suatu proses pikir yang melibatkan penarikan suatu kesimpulan atas dasar informasi yang tidak lengkap. Menyimpulkan adalah menggunakan logika, baik yang rasional maupun tidak, dalam rangka mengisi sejumlah informasi yang belum lengkap sehingga sampai pada suatu kesimpulan. Dengan kata lain, menyimpulkan adalah melompat kepada suatu kesimpulan berdasarkan dat yang belum tentu lengkap. Jadi, meskipun pada dasarnya tidak dapat dilakukan pengamatan secara langsung pada dimensi internal dari diri, orang melakukan penyimpulan berdasarkan apa yang dapat dia amati. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah mengamati dimensi eksternal dari diri, yaitu pada perilaku atau TATARAN PSIKOLOGIS DALAM KOMUNIKASI Dalam lokus psikologis, komunikasi antarpribadi merupakan kegiatan yang melibatkan dua orang atau lebih yang memiliki tingkay kesamaan diri atau proses psikologis tertentu. Katakanlah Ani berkomunikasi dengan Budi maka proses psikologis Ani harus memiliki kesamaan tertentu dengan proses psikologis Budi. Gambar memberikan ilustrasi adanya ”overlap” ssaling tumpang tindih antara proses psikologis Ani dan Budi. Ketika Ani dan Budi berkomunikasi, mereka secara individual dan serempak memperluas diri pribadi masing-masing ke dalam tindakan komunikasi melalui pemikiran, perasaan, keyakinan atau dengan kata lain melalui proses psikologis mereka. Proses ini akan berlangsung terus sepanjang keduanya masih terlibat dalam tindak komunikasi. PROSES PROSES PSIKOLOGIS PSIKOLOGIS ANI BUDI BUDI Gambar ANI Bidang bergaris pada Gambar menunjukkan bagian dari proses psikologis Ani yang memiliki kesamaan dengan proses psikologis Budi. Dapat dikatakan pula bahwa komunikasi akan menjadi semaikin efektif ketika bidang yang overlap semakin membesar. Selanjutnya, fenomena ini menghasilkan suatu situasi di mana Ani dan Budi saling berbagi pemahaman. Saling berbagi pemahaman tidaklah berarti memiliki kesamaan pemahaman atau kesamaan diri, namun terdapat dua pemahaman individual yang berbeda, yang mempunyai kesamaan karakteristik tertentu. Kesamaan karakteristik ini merupakan suatu persinggungan dari dua atau lebih pemahaman yang berbeda. Persinggungan tersebut terwujud pada bidang yang overlap dari dua pemahaman, tetapi hal itu bukan merupakan, dan tidak akan pernah, menjadi suatu pemahaman tunggal. Jadi, komunikasi psikologis merupakan suatu persinggungan dari proses-proses psikologis yang berbeda dan tidak dipandang sebagai suatu proses psikologis tunggal. Sebenarnya proses psikologis dalam komunikasi mencakup beberapa proses internal yang berbeda dan berlangsung secara simultan. Proses-proses ini berlangsung dalam beberapa tataran, dengan pengertian masing-masing mencakup bagian yang berbeda dari proses psikologis yang “dibagi” oleh para partisipan dalam komunikasi antarpribadi. Fiesher 1987110 mengemukakan bahwa ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, proses intrapribadi kita memiliki paling sedikit tiga tataran yang berbeda. Tiap tataran tersebut akan berkaitan dengan sejumlah “diri” yang hadir dalam situasi antarpribadi, yaitu pandangan kita mengenai diri kita sendiri, pandangan kita mengenai diri orang lain, dan pandangan kita mengenai pandangan orang lain tentang kita lihat Gambar Sering kali hal ini disebut pula dengan persepsi, metapersepsi dan meta-metapersepsi. Selanjutnya, ketiga tataran psikologis ini berfungsi secara simultan ketika kita sedang berkomunikasi dengan orang lain, dan tiap tataran dapat dipengaruhi atau mempengaruhi tataran lainnya. Misalnya, Budi memandang Ani sebagai orang yang jujur dan dapat dipercaya, dan dia menganggap Ani tidak sebagai orang yang jujur dan dapat dipercaya, dan dia menganggap Ani tidak menyukai atau tidak mempercayainya maka Budi akan mulai menurunkan citra terhadap dirinya sendiri merasa bahwa dirinya mungkin tidak jujur sehingga menganggap tidak disukai oleh orang orang yang jujur. Diri Saya Sendiri Diri Orang LainGambar Perlu kita ingat kembali bahwa komunikasi antarpribadi, setidaknya ada dua orang yang terlibat di dalamnya. Dengan demikian, pada saat ketiga tataran psikologis kita beroperasi, hal yang sama berlaku pula pada diri partner komunikasi kita. Dalam kasus semacam ini kita seolah-olah berusaha untuk merefleksikan proses psikologis kita dengan proses psikologis yang kita anggap sedang terjadi dalam diri orang lain. Dan tentunya hal yang sama secara simultan terjadi pula pada diri partner komunikasi kita. Proses-proses psikologis yang terjadi pada dua individu ini tentunya tidak akan sama persis, tetapi masing-masing pihak berusaha untuk menghasilkan adanya tingkat persinggungan tertentu atau bidang yang overlap pada tiap-tiap tataran. ANI BUDI DIRI BUDI PANDANGAN ORANG LAIN TERHADAP DIRI SAYA DIRI ORANG LAIN DIRI SAYA SENDIRI PANDANGAN BUDI/ANI TERHADAP DIRI ANI/BUDI DIRI ANI DIRI ORANG LAIN DIRI SAYA SENDIRI PANDANGAN ORANG LAIN TERHADAP DIRI SAYA ANI BUDI DIRI BUDI PANDANGAN ORANG LAIN TERHADAP DIRI SAYA DIRI ORANG LAIN DIRI SAYA SENDIRI PANDANGAN BUDI/ANI TERHADAP DIRI ANI/BUDI DIRI ANI DIRI ORANG LAIN DIRI SAYA SENDIRI PANDANGAN ORANG LAIN TERHADAP DIRI SAYAGambar menunjukkan adanya persinggungan pandangan antara dua individu. Meskipun tidak akan pernah terjadi sinkronitas yang sempurna antara keduanya, mereka akan tetap berkomunikasi berlandaskan pada persinggungan proses psikologis mereka. Jadi, arti penting dari komunikasi bukanlah pada kesamaan yang sempurna antara dua proses psikologis mereka, tetapi bahwa mereka berkomunikasi satu dengan lainnyaseolas-olas ada kesamaan di antara mereka. Karena orang-orang yang terlibat dalam komunikasi seolah-olah saling berbagi bagian dari diri mereka, maka proses-proses psikologis mereka dapat mempengaruhi komunikasi antarpribadi dan hubungan sosial yang terjadi. Pentingnya proses psikologis ini hendaknya dipahami dengan hati-hati, artinya proses intra pribadi individu dari partisipan komunikasi bukanlah hal yang sama dengan hubungan antarpribadi, melainkan proses psikologis. Meskipun demikian proses psikologis dari diri tiap individu pasti mempengaruhi komunikasi antarpribadi yang pada gilirannya juga akan mempengaruhi hubungan antarpribadi. Proses psikologis dapat berpengaruh pada komunikasi dan hubungan antarpribadi karena individu menggunakannya sebagai pedoman untuk bertindak atau berperilaku. Ketika hal ini berlangsung maka individu akan bertindak atau berperilaku. Ketika hal ini berlangsung maka individu akan bertindak atas dasar proses psikologis yang diketahui atau diyakininya sebagai diri yang sesungguhnya. Benar tidaknya penyimpulan yang dilakukan tidak akan dapat diketahui individu tersebut karena dia memang tidak memiliki pilihan lain, selain menggunakan penafsirannya terhadap citra diri untuk mempengaruhi perilaku, terlepas dari apakah dia berhasil menyimpulkan diri yang sesungguhnya atau tidak. Persoalan sebetulnya memang bukan pada hadirnya diri yang sesungguhnya real self dalam tindakan komunikasi karena semuanya akan kembali kepada pandangan masing-masing individu terhadap diri tersebut. Bukan pula pada akurat atau tidaknya pandangan masing- masing individu Karena mereka berperilaku seolas-olas pandangannya akurat. Akhirnya, karena proses psikologis secara potensial mampu mempengaruhi komunikasi, kita tidak dapat mengesampingkannya jika ingin benar-benar memahami hubungan antarmanusia. Sebaliknya, kita juga jangan menganggap bahwa hanya proses psikologislah yang menentukan komunikasi. Kita hendaknya menempatkan proses psikologis sebagai faktor yang dapat mempengaruhi komunikasi dan hubungan sosial karena secara teknis proses psikologis bukan merupakan bagian dari hubungan itu sendiri. Memahami Diri Pribadi dalam Komunikasi D iri pribadi adalah suatu ukuran/kualitas yang memungkinkan sesorang untuk dianggap dan dikenali sebagai individu yang berbeda dengan individu lainnya. Kualitas yang membuat sesorang memiliki kekhasan tersendiri sebagai manusia ini, tumbuh dan berkembang melalui interaksi sosial, yaitu berkomunikasi dengan orang lain. Individu tidak dilahirkan dengan membawa kepribadian. Seperti halnya diri fsik kita maka diri social dan diri psikologis manusia akan terus berkembang dan menjadi matang sejalan dengan usia hidup kita. Pengalaman dalam kehidupan akan membentuk diri pribadi setiap manusia, tetapi setiap orang juga harus menyadari apa yang sedang terjadi dan apa yang telah terjadi pada diri pribadinya. Kesadaran terhadap diri pribadi ini pada dasarnya adalah suatu proses persepsi yang ditujukan pada dirinya sendiri. Dalamj hal ini orang akan berusaha untuk mengenali dan memahami siapa dirinya. Pada bagian ini berikut akan dibahas berbagai konsep diri dan relevansinya terhadap komunikasi antarpribadi. Pembahasan amencakup bagaimana manusia sampai kepada pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran awareness.A. PERSEPSI TERHADAP DIRI PRIBADI SELF PERCEPTION Proses psikologis yang diasosiasikan dengan interpretasi dan pemberian makna terhadap orang atau objek tertentu dikenal sebagaipersepsi. Dengan mengutip Cohen, Fisher 1987 118 dikemukakan bahwa persepsi didefnisikan sebagai interpretasi terhadap berbagai sensasi sebagai pepresentasi dari objek-objek eksternal, jadi persepsi adalah pengetahuan tentang apa yang dapat ditangkap oleh indra kita. Defnisi ini melibatkan sejumlah karakteristik yang mendasari upaya kita untuk memahami proses antarpribadi. Pertama, suatu tindakan persepsi mensyaratkan kehadiran objek eksternal untuk dapat ditangkap oleh indra kita. Dalam hal ini persepsi terhadap diri pribadi, kehadirannya sebagai objek eksternal mungkin kurang nyata, tetapi keberadaanya jelas dapat kita rasakan. Kedua, adanya informasi untuk diinterpretasikan. Informasi yang dimaksud disini adalah segala sesuatu yang diperoleh melalui sensasi atau indra yang kita miliki. Karakteristik ketiga menyangkut sifat representative dari pengindraan. Maksudnya, kita tidak dapat mengartikan makna suatu objek secara langsung karena kita sebenarnya hanya mengartikan makna dari informasi yang kita anggap mewakili objek tersebut. Jadi, meskipun suatu persepi didasarkan pada pengamatan langsung, hal ini bukanlah sesuatu yang “sebenarnya” dalam artian kita dapat menangkap atau menguasai objek tersebut. Kita melihat, membaui, mendengar, mencicip, dan meraba, tetapi apa yang harus kita interpretasikan adalah penampakan, bau, suara, rasa, dan bentuk yang mewakili sesuatu, dan kita tidak akan pernah dapat “merasakan” objek itu sendiri. Konsekuensinya adalah bahwa pengetahuan yang kita peroleh melalui persepsi bukanlah tentang apakah suatu objek, melainkan apa yang tampak sebagai objek tersebut. Adakalanya penampakan dapat menyesatkan seperti yang kita alami dalam ilusi optis, special effects dalam flm, dan sebagainya. Oleh karenanya, persepsi tidak lebih dari pengetahuan mengenai apa yang tampak sebagai realitas bagi diri kita. Jadi, sebaliknya kita tidak kelewat yakin dengan pengetahuan yang kita peroleh melalui persepsi. Ironisnya, pengetahuan yang biasanya paling kita yakini adalah pengetahuan yang diperoleh melalui persepsi kita. Realitas yang kita persepsikan seringkali adalah yang paling jelas, pribadi, penting, dan terpercaya bagi kita. Ini merupakan suatu alas an mengapa komunikasi antarpribadi dan hubungan antarmanusia sangat sulit “dipahami” meskipun sangat mudah “diketahui/dikenali”.B. SIFAT-SIFAT PERSEPSI Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, kita harus memahami bagaimana orang mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman tersebut diperoleh melalui proses persepsi, kita harus mengetahui bagaimana orang mempersepsi diri mereka sendiri atau orang lain. Adakalanya kita merasa kesal karena orang tidak dapat memahami apa yang kita maksud sehingga kita akan berpikir bahwa orang tersebut tidak paham ungkapan yang begitu sederhana dan gambling. Hal ini dapat terjadi karena mungkin orang tadi mempersepsikan sesuatu dari ungkapan yang kita sendiri bahkan tidak merasakan/menyadarinya. Pada dasarnya, letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsi, bukan pada suatu ungkapan ataupun objek. Persepsi terjadi di dalam benak individu yang mempersepsi, bukan di dalam objek, dan selalu merupakan pengetahuan tentang penampakan. Maka, apa yang mudah bagi kita boleh jadi tidak mudah bagi orang lain, atau apa yang jelas bagi orang lain mungkin terasa membingungkan bagi kita. Dalam konteks inilah kita perlu memahami tataran intra pribadi dari komunikasi antarpribadi dengan melihat lebih jauh sifat-sifat persepsi. Pertama, persepsi adalas pengalaman. Untuk mengartikan makna dari seseorang, objek, atau peristiwa, kita harus memiliki dasar/basis untuk melakukan interpretasi. Dasar ini biasanya kita temukan pada pengalaman masa lalu kita dengan orang, objek, atau peristiwa tersebut, atau dengan hal- hal yang menyerupainya. Tanpa landasan pengalaman sebagai pembanding, tidak mungkin untuk mempersepsikan suatu makna, sebab ini akan membawa kita kepada suatu kebingungan. Kedua, persepsi adalas selektif. Ketika mempersepsikan sesuatu, kita cenderung memperhatikan hanya bagian-bagian tertentu dari suatu objek atau orang. Dengan kata lain, kita melakukan seleksi hanya pada karakteristik tertentu dari objek persepsi kita dan mengabaikan yang lain. Dalam hal ini biasanya kita mempersepsikan apa yang kita “inginkan” atas dasar sikap, nilai, dan keyakinan yang ada dalam diri kita, dan mengabaikan karakteristik yang tidak relevan atau berlawanan dengan nilai dan keyakinan tersebut. Ketiga, persepsi adalas penyimpulan. Proses psikologis dari persepsi mencakup penarikan kesimpulan melalui suatu proses induksi secara logis. Interpretasi yang dihasilkan melalui persepsi pada dasarnya adalah penyimpulan atas informasi yang tidak lengkap. Dengan kata lain, mempersepsikan makna adalah melompat kepada suatu kesimpulan yang tidak sepenuhnya didasarkan atas data yang dapat ditangkap oleh indra kita. Sifat ini saling mengisi dengan sifat kedua. Pada sifat kedua persepsi adalah selektif karena keterbatasan kapasitas otak maka kita hanya dapat mempersepsi sebagian karakteristik dari objek. Melalui penyimpulan ini kita berusaha mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai objek yang kita persepsikan atas dasar sebagian karakteristik dari objek tersebut. Keempat, persepsi tidak akurat. Setiap persepsi yang kita lakukan, akan mengandung kesalahan dalam kadar tertentu. Hal ini disebabkan antara lain oleh pengaruh pengalaman masa lalu, selektivitas, dan penyimpulan. Biasanya ketidakakuratan ini terjadi karena penyimpulan yang terlalu mudah, atau menyamaratakan. Adakalanya persepsi tidak akurat karena orang menanggap sama sesuatu yang sebenarnya hanya mirip. Dan semakin jauh jarak antara orang yang mempersepsi dengan objeknya maka semakin tidak akurat persepsinya. Meskipun demikian kita biasanya mengabaikan ketidakakuratan tersebut dalam kegiatan persepsi kita sehari-hari, dan ketidakakuratan persepsi tidak selalu menjadi/menimbulkan masalah dalam komunikasi antarpribadi. Kelima, persepsi adalas evaluatif. Persepsi tidak akan pernah objektif, karena kita melakukan interpretasi berdasarkan pengalaman dan merefleksikan sikap, nilai dan keyakinan pribadi yang digunakan untuk member makna pada objek persepsi. Karena persepsi merupakan proses kognitif psikologis yang ada di dalam diri kita maka bersifat subyektif. Fisher 1987 125 bahkan mengemukakan bahwa persepsi bukan hanya merupakan proses intrapribadi, tetapi juga sesuatu yang sangat pribadi, dan tidak terhindarkannya keterlibatan pribadi dalam tindak persepsi menyebabkan persepsi sangat subjektif. Suatu hal yang tidak terpisahkan dari interpretasi subjektif adalah proses evaluasi. Rasanya hampir tidak mungkin kita mempersepsi objek tanpa mempersepsikan pula baik atau buruknya objek tersebut. Adalah samgat langka kita dapat mempersepsikan sesuatu secara sepenuhnya netral. Hal ini dapat kita telusuri dari pengalaman kita sendiri. Kita cenderung untuk sangat baik ataupun buruk yang dapat kita ingat dengan baik. Selebihnya, hal-hal yang netral dan “biasa saja” cenderung dapat kita ingat dengan baik. Selebihnya kita ingat dengan baik kabur. Jadi, ketika pengalaman mendasari persepsi yang kita lakukan, maka tidak dapat dihindari terjadinya proses BEBERAPA ELEMEN DARI PERSEPSI Kita telah mengetahui bahwa persepsi mensyaratkan adanya tiga hal orang yang mempersepsi, objek persepsi, dan suatu interpretasi atau makna yang merupakan hasil dari tindakakn persepsi. Untuk memahami apa yang disebut tindak persepsi, apa ayang terjadi ketika orang memperseps, dan saja yang mempeengaruhi makna yang dipersepsikan maka kita perlu mengenal terlebih dahulu elemen-elemen yang terlibat dalam proses persepsi. Elemen Pertama adalah sensasi pengindraan dan interpretasi. Ketika orang menangkap sesuatu melalui indranya melihat, mendengar, mencicip, membau, atau meraba maka secara simultan dia akan menginterpretasikan makna dari hasil pengindraanya. Sebagi misal, apa yang akan terjadi ketika kita mencium mawar? Apakah pertama kali kita mendapatkan sensasi fsik bau, baru kemudian persepsi psikis keharuman yang dihubungkan dengan mawar? Apakah pertama kita membau dan kemudian membau mawar? Tentunya bukan itu yang terjadi karena kita mengasosiasikan sensasi kita dengan keharuman mawar yang telah kita kenal secara serempak/simultan. Dengan kata lain, adalah tidak mungkin untuk memisahkan antara sensasi dengan persepsi. Ada ungkapan yang mengatakan bahwa kita cenderung untuk mendengar apa yang kita harapkan untuk didengar dan melihat apa yang kita harapkan untuk dilihat, terlepas dari apa yang sesungguhnya’ kita dengar dan lihat. Harapan, yang merupakan elemen kedua dari persepsi, dapat menjadi kekuatan yang sangat berarti dalam mengarahkan persepsi, meskipun adakalanya bertentangan dari rasio. Harapan mempengaruhi persepsi terhadap diri pribadi seperti persepsi terhadap objek lainnya. Kita berharap untuk mendapat simpati dari orang yang baru kita kenal, dan kita biasanya akan merasa senang bila orang tersebut memang bersimpati kepada kita. Artinya, kita berharap bahwa harapan kita akan terpenuhi. Jika akhirnya harapan kita tidak terpenuhi maka reaksi pertama kita adalah merasionalisasikan hal tersebut dan meletakkan kesalahan pada hal-hal yang berada di luar kendali kita. Misalnya kita adalah penggemar PSSI dan mengaharapkannya menang dalam kompetisi sepak bola Pra Piala Dunia. Ketika ternyata PSSI kalah terus reaksi kita adalah bahwa tim kesayangan kita sedang sial, wasit yang tidak fair, permainan yang kasar, dan sejumlah alasan lain. Sementara kita seolah-olah melupakan bahwa tim lawan bermain dengan baik. Elemen Ketiga adalah bentuk dan latar belakang fgure & background. Salah satu cara untuk memahami proses persepsi terletak pada kemampuannya untuk membeda-bedakan antara berbagagi jenis informasi. Orang yang mempersepsi, membedakan antara yang baik dan yang buruk, yang penting dari yang tidak penting, yang relevean dari yang tidak relevan. Dengan kata lain, persepsi mencakup pembedaan antara informasi yang menjadi fgur’ dan informasi yang menjadi background. Orang biasanya ingin meyakini kebenaran persepsinya. Persoalannya adalah bagaimana menguji dan menginterpretasikan nilai kebenaran. Cara yang biasa digunakan untuk menentukan kevalidan persepsi kita adalah membandingkan dengan sesuatu. Dengan demikian, perbandingan merupakan elemen keempat dari persepsi, jika makna yang dipersepsikan konsisten atau mirip dengan criteria yang digunakan sebagai pembanding pengalaman masa lalu kita akan menganggapnya valid. Ketika kita menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan criteria pembanding maka kita akan mengalami ketidaksesuaian kognitif atau inkonsistensi kognitif. Sehingga kita merasa perlu untuk menyingkirkan inkonsistensi tadi sebagai upaya untuk mengatasi ketidaksesuaian psikologis kita. Dari semua pengaruh terhadap persepsi kita, konteks elemen kelima dari persepsi, mungkin yang paling potensial. Bukan berarti bahwa system kognitif kita seperti nilai, sikap, dan keyakinan, atau harapan kita, tidak cukup berpengaruh. Tetapi konteks di mana kita mempersepsikan suatu objek, sangat kuat pengaruhnya. Sehingga cenderung mengarahkan struktur kognitif dan harapan kit, dan pada gilirannya persepsi kita. Dalam hal ini, konteks selalu terdiri dari seperangkat fenomena yang sama dengan objek persepsikita. Jadi, kita mempersepsi seseorang, konteks, yang mempengaruhi persepsi kita terdiridari orang-orang lainnya. Demikian pula terhadap objek atau peristiwa, konteksnya adalah objek lainnya atau peristiwa-peristiwa lainnya. Apa yang baru kita bicarakan belum sepenuhnya menjelaskan konteks. Ketika konteks telah kita kenali, persepsi akan menggunakan konteks tersebut untuk menginterpretasikan atau mengungkap suatu pola’ yaitu suatu bentuk pengorganisasian elemen-elemen untuk menciptakan suatu kesatuan interpretasi yang utuh. Konteks dan pola merupakan komponen penting yang mendasari seluruh pemahaman kita tentang komunikasi antarpribadi. Karena, tidak akan terjadi interpretasi terhadap setiap perilaku komunikasi verbal atau nonverbal, tidak akan ada makna dari setiap hubungan misalnya teman atau lawan, tanpa menempatkannya dalam suatu konteks dan mengenali pola-polanya dalam interaksi. Tanpa adanya pola, sama dengan tidak adanya makna, atau setidaknya suatu kebingungan terhadap terlalu banyaknya makna. Oleh karenanya menginterpretasikan makna dalam konteksnya merupakan faktor utama, bahkan mungkin merupakan satu-satunya faktor terpenting, dalam memahami komunikasi antarpribadi dan hubungan KESADARAN PRIBADI SELF AWARENESS Langkah pertama dalam persepsi diri adalah mengetahui/menyadari diri kita sendiri, yaitu mengungkap siapa dan apa kita ini. Dan sesungguhnya menyadari siapa diri kita, adalah juga persepsi diri. Karena ketika kita menyadari siapa diri kita secara simultan kita juga telah mempersepsikan diri kita sendiri. Untuk dapat menyadari diri kita, pertama kali kita harus memahami apakah diri/self’ tersebut. Diri’ secara sederhana dapat kita artikan sebagai identitas individu. Jadi, identitas diri adalah cara-cara yang kita gunakan untuk membedakan individu satu dengan individu-individu lainnya. Dengan demikian diri’ adalah suatu pengertian yang mengacu kepada identitas spesifk dari individu. Fisher 1987134 menyebutkan ada beberapa elemen dari kesadaran diri, yaitu konsep diri, self esteem’ dan multiple selves’. Pemahaman terhadap konsep diri adalah bagaimana kita memandang diri kita sendiri. Pada umumnya orang cenderung menggolongkan dirinya sendiri dalam tiga kategori, yaitu karakteristik atau sifat pribadi, karakteristik atau sifat social, dan peran social. Dengan kata lain, kita cenderung untuk memandang diri kita sebagai memiliki sifat-sifat internal tertentu yang kita gunakan untuk menjelaskan bagaimana kita berperan dalam berhubungan dengan orang lain. Karakteristik pribadi adalah sifat-sifat yang kita miliki, paling tidak dalam persepsi kita mengenai diri kita sendiri. Karakteristik ini dapat bersifat fsik laki, perempuan, tinggi, rendah, cantik, tampan, gemuk, dan sebagainya atau kemampuan tertentu pandai, pendiam, cakap, dungu, terpelajar, dan sebagainya. Karakteristik social menunjukkan sifa-sifat yang kita tampilkan dalam hubungan kita dengan orang lain. Antara lain, ramah atau ketus,ekstovert, atau introvert, banyak bicara atau pendiam, penuh perhatian atau tidak peduli, dan sebagainya. Peran social, mencakup hubungan dengan orang lain dan dalam suatu masyarakat tertentu. Ketika peran sosial merupakan bagian dari konsep diri, maka kita mendefnisikan hubungan social kita dengan orang lain, seperti ayah, istri, guru, polisi, eksekutif, dan sebagainya. Peran social ini dapat pula berbenuk afliasi terhadap budaya, etnik, agama, dan sebagainya. Konsep diri dapat berubah siring dengan waktu, oleh karenanya stabilitas dari konsep diri ini sulit untuk diperkirakan. Ketika diri kita menjadi objek persepsi maka kitaa juga akan mengevaluasi diri kita sendiri. Ungkapan yang digunakan untuk menyatakan persepsi evaluative seseorang terhadap dirinyya sendiri adalah self esteem’, suatu bagian yang inheren dari konsep diri. Orang biasanya memiliki self esteem yang relative tinggi. Namun self esteem yang relative tinggi ini bukan berarti bahwa kita lalu menjadi egoistik. Ini hanya berarti bahwa tinggkat self esteem dari orang normal’ yang hidup secara normal, rata-rata di atas titik tengah atau titik netral pada skala evaluasi. Self esteem juga bersifat lebih mendalam dan langgeng daripada suatu reaksi temporal. Maksudnya jika suatu ketika kita merasa gagal atau kehilangan kepercayaan diri pada saat dikecewakan oleh seorang sahabat, ini hanyalah reaksi sementara yang tidak mengubah self esteem. Self esteem kita adalah bagian dari interpretasi atau penyimpulan dari persepsi diri dan bukan semata-mata reaksi terhadap suatu peristiwa tertentu dalam kehidupan kita. Self esteem berpengaruh terhadap perilaku kita, khususnya perilaku komunikasi kita. Jika self esteem tinggi, kita cenderung merasa kompeten sehingga berperilaku secara lebih percaya diri. Orang yang self esteemnyatinggi biasanya lebih mandiri, tegas, dan tidak mudah dipersuasi. Sementara kebalikan dari hal-hal tadi biasanya ditemukan pada orang yang self esteemnya rendah. Meskipun pembahasan kita mengenai diri’ sejauh ini mengacu pada diri sebagai identitas tunggal, namun sebenarnya masing-masing dari kita memiliki berbagai identitas diri yang berbeda, yang disebut multiple selves. Beberapa dari diri kita berkaitan dengan peran kita dalam berbagai hubungan social yang berbeda dengan berbagai orang yang berbeda pula, misalnya; ayah-anak, suami-istri, atasan-bawahan, teman-teman, atau dalam kelompok yang lebih besar seperti sebagai pelajar, warga Negara, anggota partai, dan sebagainya. Ini semua mengacu kepada peran yang kita mainkan dalam berbagai komunitas dan merefleksikan berbagi aspek dalam kehidupan kita. Kesemuanya ini adalah benar’, dalam pengertian seringkali beberapa peran tersebut overlap dan tidak mencerminkan konflik antara berbagai bagian dari diri kita. Multiple selves ini harus dipahami sebagai seseorang dengan berbagai aktivitas, kepentingan, dan hubungan social. Multiple selves dapat pula dipahamu dalam bentuk yang lain. Ketika kita terlibat dalam komunikasi antarpribadi, kita memiliki dua diri dalam knsep diri kita. Pertama adalah persepsi mengenai diri kita, dan persepsi kita tentang persepsi orang lain terhadap diri kita metapersepsi. Cara lain untuk melihatmultiple selves adalah melalui diri ideal kita. Sebagian dari konsep diri mencakup siapa diri kita sebenarnya, sedangkan sebagian lain mencakup kita ingin menjadi apa semacam bentuk idealisasi’ diri. Upaya untuk mempersempit celah antara diri sebenarnya’ dan diri’, tidak lain adalah suatu bentuk usaha untuk memperbaiki diri. Misalnya orang yang sebenarnya gemuk berusaha melangsingkan tubuh untuk mencapai berat dan bentuk yang dia idealkan. Ini terjadi pula pada berbagai hal lain, orang berusaha memperbaiki diri untuk mencapai diri yang ideal. Selama proses kehidupan dan interaksi kita dengan orang lain, kita secara terus-menerus mengembangkan konsep diri. Proses mengenal diri sendiri akan berlangsung secara kontinu dan tidak dapat kita hindari. Oleh sebab itu, jika kita ingin memahami sepenuhnya tingkat hubungan antarpribadi kita dan mendapat manfaatnya maka kita perlu menyadari konsep diri kita dan bagaimana perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya. Proses perkembangan kesadaran diri diperoleh melalui tiga konsep, yaitu reflexive, social self, dan becoming self. Jika kita memandang ke dalam cermin, apa yang kita lihat? Jika kita menjawab “Saya melihat diri saya” atau “Saya melihat wajah saya” maka kita belum sepenuhnya menangkan arti reflektivitas dan peran cermin dalam merefleksikan image kita. Prinsip dari reflexive self adalah apabila kita memandang ke dalam cermin dan kita tidak hanya melihat diri kita, tetapi melihat diri kita yang dipantulkan oleh cermin yang sedang memandang kita. Jadi kesadaran diri dikatakan reflexive jika bersifat dua arah. Ketika kita mempersepsikan diri kita, kita mempersepsikan bahwa diri kita terlibat dalam persepsi diri. Analogi lain untuk menggambarkan refleeive self adalah seperti melempar bola karet ke dinding. Kita melempar bola kearah dinding, dan tindakan tersebut direfleksikan kembali bola memantul ke arah kita. Jadi, pada saat yang bersamaan kita adalah subjek dan objek dari tindakan kita. Bila diterapkan dalam kasus self esteemnya, cenderung mandiri. Meskipun demikian, kita tidak dapat memahami pengertian sebab akibat karena persepsi dan tindakan ini terjadi secara simultan atau secara refleksif. Proses persepsi dan tindakan ini bergerak dalam siklus yang terus berlangsung tanpa titik awal ataupun akhir. Pada sisi lain, indiividu memperoleh konsep dirinya identitasnya yang spesifk sebagai individu melalui interaksi dengan orang lain. Dengan kata lain, orang mengevaluasi tindakannya terutama dengan mempersepsi dan mengevaluasi reaksi orang lain terhadap tindakan kita. Reaksi orang lain ini membuat tindakan kita jauh lebih berarti, dan ini berarti bahwa sebenarnya orang lain telah memberikan patokan di mana kita dapat mengukur konsep diri kita. Menggunakan orang lain sebagai kriteria untuk menilai konsep diri kita, disebut menggunakan social self . Pengertian ini juga dikenal dengan istilah “looking glass self”, yang menggambarkan bagaimana kita mengembangkan konsep diri melalui interaksi. Dalam interaksi, reaksi orang lain merupakan informasi mengenai diri kita, dan kemudian kita menggunakan informasi tersebut untuk menyimpulkan, mengartikan, dan mengevaluasi konsep diri kita. Aspek lain dari pengembangan kesadaran diri melalui interaksi sosial adalah self monitoring. Self monitoring memungkinkan kita untuk menyadari perilaku-perilaku yang dianggap sesuai untuk suatu social tertentu. Meskipunself monitoring biasanya mengacu pada kepekaan terhadap perilaku kita sendiri, kita dapat pula mempelajari perilaku apa yang secara social dianggap sesuai melalui pengamatan terhadap tindakan orang lain. Self monitoring adalah suatu kemampuan di mana tingkatannya berbeda-beda pada setiap orang. Karena merupakan suatu kemampuan, self monitoring seseorang dapat dilatih dan diperbaiki. Sehingga orang akan menjadi lebih menyadari konsep dirinya, seiring dengan meningkatnya pemahaman tentang interaksi social yang sesuai. Kemampuan ini akan membuat kita menjadi lebih efektif dalam komunikasi antarpribadi. Konsep diri bukan merupakan sesuatu yang tetap, selalu berubah, terus-menerus berkembang, dan selalu diterpa oleh informasi baru untuk dipersepsikan dan diinterpretasikan. Setiap kali kita terlibat dalam komunikasi, kita akan mendapat tambahhan informasi melalui “looking-glass self ” dan selalu mencocokkanya dengan kondisi konsep diri pada saat itu. Informasi tersebut tentu saja dapat mengkonfrmasikan atau memperkuat konsep diri kita, tetapi dapat pula mempertanyakan, meragukan, menyangkal, dan mengubah konsep diri kita. Jadi, apa pun efeknya, informasi akan selalu menerpa dan mempengaruhi konsep diri kita. Dari pengertian tersebut, konsep diri tidak pernah dalam kondisi tetap, melainkan selalu dalam keadaan berubah atau berkembang. Inilah yang disebut dengan becoming self, artinya konsep diri selalu dalam state of becoming atau proses menjadi konsep diri. Pengertian becoming ini sekaligus menunjukkan bahwa perubahan konsep diri tidak terjadi secara mendadak atau drastis, melainkan secara gradual melalui aktivitas sehari-hari kita. Memahami Orang Lain dalam Komunikasi D alam setiap komunikasi yang melibatkan dua orang, akan terdapat diri pribadi yang harus di kenali, yaitu diri kita sendiri dan diri orang lain yang menjadi partner komunikasi kita. Upaya mengenali orang lain bukanlah persoalan sederhana. Upaya ini menyangkut proses psikologis, yaitu persepsi, dan seperti telah kita ketahui, persepsi memiliki banyak kelemahan sebagai dasar untuk memperoleh pengetahuan. Anatara lain persepsi tidak akurat, selektif, subjektif, dan sebagainya. Dalam mempersepsi orang lain, kita harus membuat kesimpulan berdasarkan informasi yang tidak lengkap, yaitu informasi yang hanya diperoleh melalui kelima indra kita. Maka, ketika kita berkomunikasi, kita akan mendasarkan persepsi terhadap orang lain atas perilaku komunikasinya yang dapat diamati. Meskipun sesungguhnya banyak informasi yang kita perlukan untuk melakukan persepsi terhadap orang lain, namun ada tiga jenis informasi terpenting yang perlu kita katahui, yaitu tujuan orang tersebut, kondisi internalnya psikologis, dan kesamaan antara kita dengan orang tersebut. Mempersepsi tujuan orang memiliki beberapa arti bagi kita. Pertama adalah sebagai mekanisme proteksi, yaitu kita ingin mengetahui apa yang diharapakannya dari kita melalui komunikasi yang dia lakukan. Kedua, melalui pemahaman terhadap tujuan orang, kita dapat mengevaluasi kesungguhan atau akurasi dari penampilannya. Jadi, secara singkat dapat dikatakan bahwa kita menganggap sebagian besar perilaku memiliki tujuan tertentu, dan kita menggunakan persepsi untuk mengenali secara cermat apa tujuan orang lain. Adalah tidak mungkin bagi kita secara nyata mengamati kondisi internal orang lain. Namun melalui pengamatan terhadap perilakunya, kita dapat menyimpulkan bagaimana sikap, keyakinan dan nilai orang tersebut. Ada anggapan bahwa elemen non verbal dari perilaku merupakan refleksi yang paling akurat dari perasaan atau kondisi internal seseorang. Sementara itu, adanya kesamaan antara kita dengan orang yang kita ajak berkomunikasi akan mendoro rasa saling menyukai. Keadaan semacam ini akan membantu kita untuk merasa lebih nyaman dalam melanjutkan komunikasi. Setelah kita memperoleh informasi tentang orang lain yang dibutuhkan, apa yang harus dilakukan dengan informasi tersebut. Dalam komunikasi antarpribadi, setiap partisipasi perlu mengenali partisipan lainnya dalam rangka mencapai dua tujuan, yaitu mengurangi ketidakpastian uncertainlyreduction dan perbandingan sosial social comparison. Ketika kita pertama Disini kami akan membahas tentang dimensi komunikasi dan berbagai hal yang berhubungan dengan dimensi komunikasi itu sendiri, Aktivitas komunikasi dapat dilihat pada setiap aspek kehidupan sehari-hari manusia yaitu sejak dari bangun tidur sampai manusia beranjak tidur pada malam hari. Bisa dipastikan sebagian besar dari kegiatan kehidupan kita mengunakan komunikasi baik komunikasi verbal maupun nonverbal. Sedangkan definisi komunikasi menurut para tokoh Berelson dan Starainer Komunikasi adalah penyampaian berupa informasi, ide, emosi, keterampilan dan seterusnya melalui penggunaan simbol kata, angka, grafik, dan lain lain. Oyong U. Effendy Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain. Pikiran tersebut bisa merupakan informasi, gagasan, opini, dan lain-lain yang muncul dari pikirannya sendiri. Kami juga akan membahas tentang apa itu komunikasi lebih lanjut dan beberapa dimensi dari komunikasi. Herbert T mengemukakan bahwa “communication is the process by which meaning or knowledge is transferred from one person to another , usually for the purpose of obtaining some specific goal”. Komunikasi adalah proses mentransfer pengetahuan atau makna untuk mencapai tujuan tertentu. Krech menyatakan “A simple definition of communication would refer to the use of symbols to achieve common or shared information about an object”. Singkatnya komunikasi adalah kegiatan menggunakan simbol-simbol dalam rangka menyampaikan informasi tentang suatu objek. Pakar komunikasi lain, Joseph A Devito mengemukakan komunikasi sebagai transaksi. Transaksi yang dimaksudkannya bahwa komunikasi merupakan suatu proses dimana komponen-komponennya saling terkait dan bahwa para komunikatornya beraksi dan bereaksi sebagai suatu kesatuan dan keseluruhan. Sementara Riswandi menyimpulkan beberapa karakteristik komunikasi berdasar berbagai definisi yang dikemukakan para ahli, antara lain 1. Komunikasi adalah suatu proses, artinya komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan ada tahapan atau sekuensi serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu. 2. Komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar, disengaja, serta sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya. 3. Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerja sama dari para pelaku yang terlibat kegiatan komunikasi akan berlangsung baik apabila pihak-pihak yang berkomunikasi dua orang atau lebih sama-sama ikut terlibat dan sama-sama mempunyai perhatian yang sama terhadap topik pesan yang disampaikan. 4. Komunikasi bersifat simbolis karena dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. Lambang yang paling umum digunakan dalam komunikasi antar manusia adalah bahasaverbal dalam bentuk kata-kata, kalimat, angka-angka atau tanda-tanda lainnya. 5. Komunikasi bersifat transaksional. Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan, yaitu memberi dan menerima. Dua tindakan tersebut tentunya perlu dilakukan secara seimbang atau porsional. 6. Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu Maksudnya bahwa para pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama. Dengan adanya berbagai produk teknologi komunikasi seperti telepon, internet, faximili, dan lain-lain, faktor ruang dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam berkomunikasi. Riswandi, 2006. komunikasi Empat dimensi dari proses komunikasi diantaranya 1 Isi A biasanya berbicara kepada B tentang sesuatu. Proses itu mempunyai suatu isi. Apabila kita bersuara di dalam suatu percakapan, biasanya isinya pertama-tama adalah diri kita. Memang, isi dari komunikasi adalah merupakan hal yang dipikirkan oleh para ahli psikologi dan ahli bisnis ketika mereka memikirkan tentang hubungan antar manusia. Kita juga dapat melihat adanya pembagian golongan dalam hal isi. Kita dapat membeda-bedakan kategori dari jenis isi, misalnya apakah hal itu merupakan fakta atau merupakan perasaan. 2 Suara Kita dapat menjumpai suara saluran seperti gangguan udara pada kawat telepon yang menyebabkan B sukar untuk mendengar apa yang dikatakan oleh A. kita juga perlu memikirkan tentang adanya suara-suara psikologis, seperti misalnya pikiran B tentang hal-hal lain, sehingga sekali lagi adalah sukar bagi B untuk mendengarkannya ia tidak memahami kata-kata yang dipergunakan oleh A di dalam cara sebagaimana A memahaminya. 3 Jaringan Komunikasi Biasanya kita berpikir bahwa percakapan antara A dengan B adalah langsung. Tetapi banyak percakapan semacam itu, terutama di dalam organisasi, ditengahi oleh orang lain. Suatu hal yang dianggap harus dinyatakan oleh bagan organisasi kepada kita ialah bahwa A dapat berbicara dengan B hanya dengan melalui C atau D. Sebagaimana satu bab berikut akan memperlihatkan, bahwa struktur jaringan yang dipergunakan oleh suatu organisasi dapat sangat bermanfaat bagi kecepatan dan ketepatan komunikasi antar anggotanya satu sama lain. 4 Arah Komunikasi Arah Komunikasi dibagi menjadi dua, yaitu satu arah dan dua arah. Lagi-lagi ini adalah merupakan dimensi yang bebas. Apapun yang mungkin dikatakan oleh A dan B, sejauh manapun gangguan suara ikut terlibat, bagaimanapun jaringannya, A mungkin berbicara dengan B cara ini A=>B; atau cara ini A=><=B. A dapat berbicara dan B hanya dapat mendengarkan, yaitu komunikasi satu arah; atau A dapat berbicara dan B dapat membalas berbicara kembali, yaitu komuniksai dua arah. Komunikasi Menurut Onong Uchjana Effendy 20098 dalam buku Dimensi – Dimensi Komunikasi tujuan komunikasi adalah sebagai berikut 1. Perubahan Sosial/Mengubah Masyarakat to change the society Memberikan berbagai informasi pada masyarakat dengan tujuan akhir supaya masyarakat mau mendukung dan ikut serta terhadap tujuan informasi itu disampaikan. Misalnya supaya masyarakat ikut serta dalam pemilu, ikut serta dalam berperilaku sehat,dan lain sebagainya. 2. Perubahan Sikap to change the attitude Kegiatan memberikan berbagai informasi pada masyarakat dengan tujuan supaya masyarakat akan berubah sikapnya. 3. Perubahan Opini, Pendapat to change the opinion Memberikan berbagai informasi pada masyarakat dengan tujuan akhirnya supaya masyarakat mau berubah pendapat dan persepsinya terhadap tujuan informasi itu disampaikan. 4. Perubahan Perilaku to change behavior Kegiatan memberikan berbagai informasi pada masyarakat dengan tujuan supaya masyarakat akan berubah perilakunya. Berdasarkan tujuan komunikasi yang dikemukakan oleh Effendy, penulis dapat menyimpulkan bahwa tujuan komunikasi pada dasarnya dilakukan untuk mendapatkan perubahan dari komunikan atau si penerima pesan sesuai dengan apa yang komunikator atau source inginkan. Perubahan sosial, perubahan sikap, perubahan pendapat dan perubahan perilaku merupakan tujuan umum komunikasi yang dapat dicapai apabila penyampaian dan pemberian informasi dilakukan secara baik dan benar. MAHASISWA Komunikasi digunakan untuk mencapai tujuan tertentu, yang disetujui oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Baik secara langsung melalui bahasa verbal. Atau bahasa Non Verbal. Selama orang yang kita ajak berkomunikasi mengerti dan memahami apa yang kita terjadi aksi dan menimbulkan reaksi. Kgiaji, “prinsip-prinsip komunikasi” 29 september 2011. diakses pada tanggal 30 september 2015 Nawangsari, Sri. 1997. Komunikasi Bisnis. Jakarta Gunadarma Zarkasi, Muslichah. 1978. Psikologi Manajemen. Jakarta Erlangga Komunikasi – Pengertian, Sejarah, Unsur, Tujuan, Bentuk, Proses, Hambatan, Para Ahli Pengertian Komunikasi ialah suatu proses yang dalam mana seseorang atau dari beberapa orang kelompok, masyarakat dan organisasi yang menciptakan dan menggunakan sebuah informasi agar dapat terhubung dengan lingkungan orang lain. Secara umum komunikasi dilakukan dengan lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak masing-masing. Pengertian Komunikasi Komunikasi adalah sesuatu hal dasar yang selalu dibutuhkan dan dilakukan oleh setiap insan manusia, karena berkomunikasi merupakan dasar interaksi antar manusia untuk memperoleh kesepakatan dan kesepahaman yang dibangun untuk mencapai suatu tujuan yang maksimal diantara kedua nya. Untuk mencapai usaha dalam berkomunikasi secara efektif, maka sebaiknya kita harus mengetahui sejumlah pemahaman dan persoalan yang terjadi dalam proses berkomunikasi itu sendiri. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Puisi – Ciri, Unsur, Jenis, Puisi Baru dan Lama, Contohnya Jika tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti dari keduanya untuk berkomunikasi masih bisa dilakukan dengan cara menggunakan gerak gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, seperti tersenyum menggelengkan kepala atau dengan mengangkat bahu cara yang demikian disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. Pengertian Komunikasi Bisnis Komunikasi bisnis adalah setiap komunikasi yang digunakan untuk membangun partnerships, sumber daya intelektual, untuk mempromosikan satu gagasan; suatu produk; servis; atau suatu organisasi, dengan sasaran untuk menciptakan nilai bagi bisnis yang dijalankan. Komunikasi Bisnis meliputi pengetahuan yang menyeluruh dari sisi internal dan eksternal bisnis tersebut. Komunikasi yang internal termasuk komunikasi visi perseroan/perusahaan, strategi, rencana-rencana, kultur/budaya perusahaan, nilai-nilai dan prinsip dasar yang terdapat di perusahaan, motivasi karyawan, serta gagasan-gagasan, dll. Komunikasi eksternal termasuk merek, pemasaran, iklan, hubungan pelanggan, humas, hubungan-hubungan media, negosiasi-negosiasi bisnis, dll. Bagaimanapun bentuknya, semua hal tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan suatu nilai bisnis create business value. Sejarah Komunikasi Sejarah komunikasi atau communicaton yang berasal dari bahasa latin communis yang berarti sama, communico, communication atau communicare yang berarti membuat sama make to coomon . Sederhananya komunikasi bisa terjadi jika ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Oleh karena itu komunikasi sendiri tergantung pada kemampuan kita untuk dapat bagaimana memahaminya satu dengan yang lainnya. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pantun – Pengertian, Ciri, Macam, Cinta, Jenaka, Pendidikan, Agama, Nasehat, Contohnya Pada awal mulanya komunikasi tersebut digunakan dalam mengungkapkan kebutuhan/keperluan organisasi sinyal kimiawi pada organisasi awal yang digunakan untuk reproduksi. Dengan seiringnya evolusi kehidupan manusia maka sinyal kimiawi primitive yang telah digunakan didalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit. Meskipun komunikasi sudah dipelajari sejak lama dan termasuk barang yang antik, tapi pada kenyataan topic ini tetap menjadi hal yang penting khususnya sekitar pada abda 20 karena yang semakin pertumbuhan komunikasi digambarkan sebagai penemuan yang revolusioner . Hal ini disebabkan peningkatkan teknologi komunikasi yang begitu sangat pesat seperti radio, telvisi, satelit dan jaringan komputer. Unsur -Unsur Komunikasi Komunikasi meliputi 5 unsur, kemudian dikenal dengan formula 5 W + 1 H, yakni Komunikator = who [communicator, source, sender] Pesan = says what [message] Media = in which channel [channel, media] Komunikan = to whom [communicant, communicatee, reciever, recipient] Efek [effect, impact, influence] Hal yang pertama dilakukan adalah memahami bentuk dasar komunikasi. Karena seorang komunikator yang baik harus memiliki beberapa alat komunikasi yang menunjang dalam menyampaikan suatu pesan. Seperti bagaimana cara menempatkan kata dalam suatu komunikasi sehingga memiliki arti dan bisa menarik minat dan simpati dari para pendengarnya dan mengajak peserta untuk ikut aktif dalam berkomunikasi seperti dalam kegiatan diskusi. Teknik Komunikasi Komunikasi informatif [informative communication] Komunikasi persuasif [persuasive communication] Komunikasi instruktif/ koersif [instructive/ coersive communication] Hubungan manusiawi [human relation] Tujuan Komunikasi Mempelajari atau mengajarkan sesuatu Mempengaruhi perilaku seseorang Mengungkapkan perasaan Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain Berhubungan dengan orang lain Menyelesaian sebuah masalah Mencapai sebuah tujuan Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain Komponen Komunikasi Komponen komunikasi ialah hal yang harus ada berwujud agar berkomunikasi dapat berlangsung dengan sangat baik, inilah beberapa komponen didalam komunikasi yaitu Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Teks Ulasan, Contoh, Ciri, Tujuan, Struktur Dan Kaidahnya Pesan message ialah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh pihak kepada pihak yang lain. Pengirim/komunikator sender ialah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak yang lain. Penerima/komunikate receiver ialah pihak yang menerima pesan dari pihak yang lain. Saluran Channel ialah sebuah media yang dimana pesan dapat disampaikan kepada komunikan dalam komunikasi antar-pribadi tatap muka saluran dapat berupa udara yang mengalir getaran nada atau suara. Umpan balik feedback ialah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya. Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan. Pengertian komunikasi menurut para pakar komunikasi yang mengacu pada aktivitas hubungan manusia yang biasanya terjadi dengan secara langsung maupun secara tidak langsung didalam kehidupan sehari-hari. Nah dibawah ini akan dijelaskan tentang apa itu komunikasi menurut berbagai ahli dunia yang telah memberikan sumbangan pemikirannya seperti apa pengertian komunikasi menurut mereka ! Berikut ini beberapa pengertian komunikasi menurut para ahli Komunikasi ialah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. Komunikasi ialah pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa ? dengan akibat apa atau hasil apa. Komunikasi ialah bentuk komunikasi/interaksi manusia saling pengaruh mempengaruhi satu dengan yang lainnya, dengan sengaja ataupun tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk/wujud dalam komunikasi yang menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal eksprensi wajah/muka, lukisan, seni, dan teknologi. Komunikasi ialah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan/mentranfer symbol-simbol yang sedemikian rupa sehingga bisa membantu dalam pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator. Komunikasi ialah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. Komunikasi ialah Transmisi informasi, gagasan, emosi, ketrampilan dan sebagainya dengan menggunakan symbol-simbol atau kata-kata, gambar, figure, grafik dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang disebut dengan komunikasi. Komunikasi ialah suatu usaha untuk memperoleh makna. Komunikasi ialah pengalihan suatu pesan dari satu sumber kepada penerima agar dapat dipahami. Menurut Carl I. Hovland Komunikasi ialah proses yang memungkinkan seseorang komunikator menyatakan rangsangan untuk mengubah perilaku orang lain. Komunikasi ialah secara ringkas dapat didefinisikan sebagai suatu transaksi dinamis yang melibatkan gagasan dan perasaan. Komunikasi ialah proses makna diantara dua orang atau lebih. Komunukasi ialah seni untuk menyampaikan informasi, ide-ide, seseorang kepada orang lain. Komunikasi ialah proses pengoperan lambing yang berarti diantara indivindu-induvindu. Komunikasi ialah proses memahami dan berbagai makna. Komunikasi ialah merupakan sebuah konsep yang multi makna. Makna komunikasi ini bisa dibedakan berdasarkan komunikasi sebagai proses sosial komunikasi pada makna ini ada dalam konteks ilmu sosial. yang dimana para pakar ilmu sosial melakukan riset dengan teknik menggunakan pendekatan komunikasi yang secara umum menfokuskan pada kegiatan manusia dan kaitan pesan dengan perilaku. Komunikasi ialah merupakan suatu komunikasi untuk membangun dan mempertahankan hubungan interpersonal. Komunikasi ialah alat dimana warga masyarakat dapat berpartisipasi dalam demokrasi. Menurut Anderson Komunikasi ialah merupakan proses yang dinamis dan secara konstan berubah sesuai dengan situasi yang berlaku. Komunikasi ialah pertukaran pikiran atau gagasan secara verbal. Komunikasi ialah timbul dorong oleh kebutuhan untuk dapat mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego. Komunikasi ialah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukaran adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya. Komunikasi ialah aliran yang menghubungkan dan kinerja antar bagian dalam organisai sehingga menghasilkan suatu sinergi. Komunikasi ialah proses dengan mana symbol verbal dan nonverbal dikirimkan, diterima dan diberi arti. Komunikasi ialah penggunaan lambing-lambang symbols untuk mencapai kesamaan makna atau berbagi informasi tentang satu objek atau kejadian. Informasi disampaikan diterima secara akurat, receiver akan memiliki informasi yang sama seperti yang dimiliki sender, oleh karena itu tindak komunikasi telah terjadi. Bentuk Komunikasi Pada dasarnya ada dua bentuk komunikasi yang umum digunakan dalam dunia bisnis, yaitu, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Pantun Komunikasi verbal Komunikasi verbal verbal communication merupakan salah satu bentuk komunikasi yang disampaikan kepada pihak lain melalui tulisan written dan lisan oral. Contohnya adalah membaca majalah, mambaca surat kabar, mempresentasikan makalah dalam suatu acara seminar dan lain-lain. Sedangkan komunikasi verbal memilki tipe yang dibedakan menjadi dua yaitu, berdasarkan aktif atau pasifnya peserta komunikasi dalam proses komunikasi. Dimana komunikasi verbal dapat bertindak sebagai komunikator atau pengirim pesan dan dapat bertindak sebagai audience. Adapun dalam berkomunikasi secara verbal, dibutuhkan pengungkapan kata-kata yang disusun dalam suatu pola yang berarti, baik dalam bentuk tulisan maupun lisan, seperti Suatu pesan yang sangat penting dan kompleks, sebaiknya disampaikan dengan menggunakan tulisan, seperti surat, memo dan laporan Mendengarkan dan Membaca Untuk mencapai komunikasi yang efektif, maka diperlukan komunikasi dua arah, dimana orang-orang yang terlibat di dalamnya memerlukan ketrampilan mendengar listening dan membaca reading. Komunikasi Nonverbal Komunikasi nonverbal merupakan bentuk komunikasi yang paling mendasar dalam komunikasi bisnis. Walaupun pada umumnya komunikasi nonverbal memiliki sifat kurang terstruktur sehingga sulit untuk dipelajari, seperti memahami dalam penggunaan bahasa isyarat, ekspresi wajah, gerakan tubuh, sandi, simbol-simbol, warna dan intonasi suara. Dalam penyampaiannya, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal memilki arti yang berbeda-beda, seperti dalam komunikasi nonverbal. pesan yang disampaikan biasanya dilakukan secara spontan tanpa memiliki rencana dan dilakukan secara tidak sadar dan bersifat alami. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Contoh Pamflet Adapun Komunikasi Nonverbal memilki beberapa tujuan , yaitu Menyediakan dan memberikan informasi Mangatur alur suatu percakapan Mengekspresikan emosi Memberi sifat dan melengkapi, menentang atau mengembangkan pesan-pesan verbal Mengendalikan atau mempengaruhi orang lain Mempermudah tugas-tugas khusus, misalnya dalam memberikan pengajaran pada saat kuliah Kadang dalam prakteknya, di dalam suatu komunikasi bisnis terjadi penggabungan antar komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal dalam suatu situasi. Karena biasanya kata-kata yang disampaikan dalam suatu komunikasi atau percakapan kadang hanya membawa sebagian dari pesan. Dan relevansinya dalam komunikasi bisnis, tipe komunikasi nonverbal dapat menentukan kredibilitas dan kepemimpinan seseorang, yang dapat dilihat dari karateristik suara, penampilan, sentuhan, gerakan dan posisi tubuh juga melalui ekspresi wajah dan mata. Proses Komunikasi Menurut Courtland L Bovee dan Jhon V. Thilt dalam Business Communication Today, proses komunikasi Comunication Process terdiri atas enam tahap, yaitu Pengirim mempunyai suatu ide atau gagasan. Pengirim mengubah ide menjadi suatu pesan. Pengirim menyampaikan pesan. Penerima menerima pesan Penerima menafsirkan pesan Penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan balik kepada pengirim Hambatan Dalam Komunikasi Faktor hambatan yang biasanya terjadi dalam proses komunikasi, dapat dibagi dalam 3 jenis sebagai berikut Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan 101 Pengertian Dan Definisi Hak Cipta Menurut Para Ahli Hambatan Teknis Hambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi dan sistim informasi, sehingga saluran komunikasi dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien. Hambatan Semantik Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi. Untuk menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata yangdigunakannya. Hambatan Manusiawi Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan. Ditinjau dari aspek bisnis, organisasi adalah sarana manajemen dilihat dari aspek kegiatannya. Korelasi antara Ilmu Komunikasi dengan Organisasi terletak pada peninjauannya yang berfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Bank Perkreditan Rakyat – Sejarah, Pengertian, Usaha, Tujuan, Sasaran, Jenis, Fungsi, Manajemen, Contoh Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari jelaskan pengertian komunikasi dari berbagai dimensi – Komunikasi adalah aspek yang penting dalam dunia kita karena menjadi bagian dari kehidupan manusia. Komunikasi memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain dalam berbagai cara. Komunikasi dapat bersifat verbal, nonverbal, verbal, atau bahkan bersifat simbolik. Istilah komunikasi sebenarnya memiliki banyak dimensi yang berbeda. Setiap dimensi memiliki konsep yang berbeda. Dalam artikel ini, akan dijelaskan pengertian komunikasi dari berbagai dimensi. Komunikasi merupakan proses yang penting dalam kehidupan manusia. Komunikasi memungkinkan seseorang untuk menyampaikan informasi, membangun hubungan, dan berkolaborasi dengan orang lain. Istilah komunikasi’ memiliki berbagai macam dimensi. Misalnya, beberapa dimensi yang berbeda dari komunikasi meliputi interaksi, konstruksi makna, proses, dan konteks. Ini berarti bahwa komunikasi bisa berbeda dari situasi ke situasi dan orang ke orang. Dimensi interaksi dari komunikasi mengacu pada bagaimana orang berkomunikasi dengan orang lain. Ini meliputi bagaimana seseorang mengirim dan menerima pesan, serta bagaimana cara mereka bereaksi terhadap pesan yang diterimanya. Dimensi konstruksi makna adalah proses di mana pesan yang dikirimkan diterjemahkan menjadi makna yang dapat dimengerti oleh orang lain. Proses dimensi terkait dengan bagaimana komunikasi didorong oleh sinyal-sinyal yang dikirim dan diterima antara pihak yang terlibat dalam proses komunikasi. Terakhir, dimensi konteks mengacu pada bagaimana konteks sosial, budaya, dan lingkungan berpengaruh terhadap bagaimana seseorang berkomunikasi. Ketika kita berbicara tentang komunikasi, kita harus mempertimbangkan berbagai dimensi yang berbeda. Dengan memahami pengertian komunikasi dari berbagai dimensi, kita dapat lebih menghargai dan mengerti cara orang lain berkomunikasi. Dengan begitu, kita dapat meningkatkan kemampuan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain secara efektif. Dalam artikel ini, akan dijelaskan lebih lanjut pengertian komunikasi dari berbagai dimensi. Daftar Isi1 Penjelasan Lengkap jelaskan pengertian komunikasi dari berbagai 1. Komunikasi adalah aspek penting dalam kehidupan 2. Komunikasi dapat bersifat verbal, nonverbal, atau 3. Istilah komunikasi’ memiliki berbagai macam dimensi, misalnya interaksi, konstruksi makna, proses, dan 4. Dimensi interaksi komunikasi mengacu pada bagaimana seseorang mengirim dan menerima pesan, serta bagaimana mereka bereaksi terhadap pesan yang 5. Dimensi konstruksi makna adalah proses di mana pesan yang dikirimkan diterjemahkan menjadi makna yang dapat dimengerti oleh orang 6. Dimensi proses terkait dengan bagaimana komunikasi didorong oleh sinyal-sinyal yang dikirim dan diterima antara pihak yang 7. Dimensi konteks mengacu pada bagaimana konteks sosial, budaya, dan lingkungan berpengaruh terhadap bagaimana seseorang 8. Dengan memahami pengertian komunikasi dari berbagai dimensi, kita dapat lebih menghargai dan mengerti cara orang lain berkomunikasi. Penjelasan Lengkap jelaskan pengertian komunikasi dari berbagai dimensi 1. Komunikasi adalah aspek penting dalam kehidupan manusia. Komunikasi adalah aspek penting dalam kehidupan manusia. Ini adalah proses mengirim dan menerima pesan, informasi, dan ide antara orang-orang dan antar kelompok. Dengan komunikasi, kita dapat berbagi informasi, menyampaikan konsep, dan menyelesaikan masalah. Komunikasi juga dapat meningkatkan hubungan, membangun kepercayaan, dan membantu dalam mengarahkan perilaku sosial. Komunikasi dapat dipelajari dari berbagai dimensi. Pertama, komunikasi interpersonal yang melibatkan dua orang atau lebih. Dimensi ini melibatkan interaksi antar manusia, termasuk tindakan, perasaan, dan emosi. Dimensi kedua adalah komunikasi intrapersonal, yang melibatkan orang yang berbicara dengan dirinya sendiri. Ini mencakup komunikasi non-verbal dan komunikasi internal. Kemudian ada komunikasi organisasi yang mencakup bagaimana organisasi menciptakan, mengirimkan, dan menerima informasi. Ini juga melibatkan bagaimana organisasi membangun hubungan, membangun kepercayaan, mengubah perilaku, dan mempengaruhi atau mengubah struktur organisasi. Dimensi terakhir adalah komunikasi massa, yang mencakup bagaimana informasi disebarluaskan melalui media massa seperti televisi, radio, dan media sosial. Ini termasuk iklan, berita, dan konten informasi. Kesimpulannya, komunikasi adalah proses penting untuk menyampaikan informasi dan berbagi ide antara individu, kelompok, dan organisasi. Ini dapat dipelajari dari berbagai dimensi yaitu interpersonal, intrapersonal, organisasi, dan massa. 2. Komunikasi dapat bersifat verbal, nonverbal, atau simbolik. Komunikasi adalah proses pertukaran informasi antara satu atau lebih individu atau kelompok. Komunikasi dapat bersifat verbal, nonverbal, atau simbolik. Komunikasi verbal adalah jenis komunikasi yang didasarkan pada bahasa, di mana informasi disampaikan melalui penggunaan kata-kata. Ini dapat terjadi melalui lisan atau tulisan. Komunikasi nonverbal adalah jenis komunikasi yang menggunakan bahasa tubuh dan tindakan sebagai cara untuk membuat atau menyampaikan pesan. Ini termasuk senyum, pandangan, gerakan tangan, dan bahkan cara berpakaian. Komunikasi simbolik adalah jenis komunikasi yang menggunakan simbol atau ikon untuk menyampaikan pesan. Simbol ini dapat berupa lambang, tanda tangan, tanda, dan warna. Misalnya, logo perusahaan atau tanda yang dikenal luas oleh masyarakat. Ini juga merupakan cara efektif untuk menyampaikan pesan tanpa harus menggunakan bahasa. Komunikasi verbal, nonverbal, dan simbolik adalah tiga cara penting untuk menyampaikan pesan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Komunikasi verbal dapat dengan mudah dipahami oleh orang lain, namun tidak selalu dapat menyampaikan pesan yang tepat. Komunikasi nonverbal dapat membantu memperjelas pesan yang disampaikan, namun ini juga bisa berakhir dengan salah paham. Komunikasi simbolik dapat dengan cepat menyampaikan pesan tanpa harus menggunakan bahasa, namun ini juga dapat menimbulkan salah paham jika orang tidak tahu arti simbol. 3. Istilah komunikasi’ memiliki berbagai macam dimensi, misalnya interaksi, konstruksi makna, proses, dan konteks. Komunikasi merupakan suatu proses yang digunakan untuk menyampaikan dan membagikan informasi dan ide. Komunikasi dapat dilakukan secara verbal maupun nonverbal. Istilah komunikasi memiliki berbagai macam dimensi, misalnya interaksi, konstruksi makna, proses, dan konteks. Interaksi adalah dimensi komunikasi yang mengacu pada hubungan yang terjadi antara dua atau lebih pihak. Interaksi yang efektif dapat meningkatkan hubungan antar individu dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat. Konstruksi makna adalah dimensi komunikasi yang mengacu pada proses menciptakan makna dari informasi yang diterima. Konstruksi makna ini dapat terjadi karena cara setiap orang menafsirkan informasi secara berbeda. Proses adalah dimensi komunikasi yang mengacu pada tahapan atau langkah yang harus dilalui dalam menyampaikan informasi. Proses komunikasi melibatkan pengirim pesan, pesan itu sendiri, media, dan penerima. Konteks adalah dimensi komunikasi yang mengacu pada lingkungan di mana komunikasi berlangsung. Konteks dapat mempengaruhi cara pesan yang disampaikan dan cara pesan diterima. Dengan memahami berbagai dimensi komunikasi, kita dapat meningkatkan keefektifan komunikasi dan membangun hubungan yang lebih baik antar individu. Komunikasi adalah kunci untuk mencapai tujuan dan mendapatkan hasil yang diinginkan. 4. Dimensi interaksi komunikasi mengacu pada bagaimana seseorang mengirim dan menerima pesan, serta bagaimana mereka bereaksi terhadap pesan yang diterimanya. Dimensi interaksi komunikasi mengacu pada bagaimana seseorang mengirim dan menerima pesan, serta bagaimana mereka bereaksi terhadap pesan yang diterimanya. Proses ini mencakup sejumlah tahapan, termasuk pengiriman pesan, pemahaman pesan, interpretasi pesan, penyampaian pesan, dan tanggapan terhadap pesan. Interaksi komunikasi menyangkut bagaimana pesan yang dikirimkan oleh seseorang diterima dan dipahami oleh orang lain. Ini juga melibatkan bagaimana pesan diterjemahkan menjadi tindakan yang relevan dan bagaimana tanggapan diberikan balik kepada pengirim pesan. Dimensi ini menekankan pentingnya memahami interaksi sosial yang terjadi antara orang-orang saat mengirim dan menerima pesan. Ini juga menekankan pentingnya mengerti bagaimana penerima pesan merespons pesan yang dikirimkan. Dimensi ini juga mengacu pada bagaimana seseorang menggunakan komunikasi untuk mengekspresikan emosi, sikap, dan nilai, membangun hubungan, mengkomunikasikan gagasan, dan membantu mengatur tindakan. Ini berarti bahwa interaksi komunikasi merupakan bagian yang sangat penting dari komunikasi yang efektif. 5. Dimensi konstruksi makna adalah proses di mana pesan yang dikirimkan diterjemahkan menjadi makna yang dapat dimengerti oleh orang lain. Komunikasi merupakan suatu proses yang berhubungan dengan pengiriman dan penerimaan pesan yang menyampaikan informasi, gagasan, dan emosi. Komunikasi dimensi bertujuan untuk membantu mengklasifikasikan komunikasi dan memahami alur proses komunikasi. Adapun lima dimensi komunikasi, yaitu dimensi kontekstual, dimensi transaksional, dimensi kultur, dimensi konflik, dan dimensi konstruksi makna. Dimensi konstruksi makna adalah proses di mana pesan yang dikirimkan diterjemahkan menjadi makna yang dapat dimengerti oleh orang lain. Ini merupakan tahap kritis dalam komunikasi di mana informasi yang dikirimkan harus diterjemahkan dan diinterpretasikan oleh penerima. Penerjemahan pesan yang benar dapat membuat pengirim dan penerima berkomunikasi dengan efektif. Penerjemahan pesan ini membutuhkan keterampilan pemahaman dan interpretasi yang baik, karena pesan yang dikirimkan oleh pengirim dapat berbeda dengan apa yang dimengerti oleh penerima. Hal ini disebabkan oleh kondisi yang berbeda antara pengirim dan penerima, seperti latar belakang budaya yang berbeda, keyakinan yang berbeda, pengalaman yang berbeda, dan lain-lain. Oleh karena itu, komunikator perlu memahami konteks sekitar dan memberikan penjelasan lebih lanjut bila diperlukan. Sebagian besar komunikasi efektif terjadi ketika pengirim dan penerima menyepakati pengertian yang sama tentang pesan yang dikirimkan. Oleh karena itu, dimensi konstruksi makna merupakan komponen penting dalam proses komunikasi, yang memungkinkan pengirim dan penerima berbagi informasi dan gagasan secara efektif. 6. Dimensi proses terkait dengan bagaimana komunikasi didorong oleh sinyal-sinyal yang dikirim dan diterima antara pihak yang terlibat. Dimensi proses komunikasi adalah bagaimana komunikasi didorong oleh sinyal-sinyal yang dikirim dan diterima antara pihak yang terlibat. Sinyal-sinyal ini berupa kata-kata, penampilan, tingkah laku, dan bahkan suara. Setiap sinyal membawa informasi dan makna yang ditujukan kepada orang lain. Setelah sinyal diterima dan ditangkap oleh lawan bicara, ia akan merespon sinyal tersebut. Proses ini dikenal sebagai proses komunikasi. Proses komunikasi dimulai dengan pengirim yang mengirimkan pesan yang disampaikan melalui pesan verbal, non verbal, atau kombinasi keduanya. Pesan tersebut kemudian akan diterima oleh penerima dan diinterpretasikan. Penerima akan merespon dengan cara yang sesuai dengan interpretasi mereka terhadap pesan tersebut. Setelah itu, pengirim akan mengevaluasi respon yang diterima dan mengirimkan pesan lagi jika diperlukan. Proses komunikasi ini terjadi secara terus menerus. Pengirim dan penerima bertukar pesan dan merespon satu sama lain. Proses ini terus berlanjut sampai kedua belah pihak telah mencapai tujuan komunikasi mereka. Dimensi proses komunikasi menekankan pentingnya mengirim dan menerima sinyal yang tepat untuk memastikan bahwa komunikasi berjalan lancar. 7. Dimensi konteks mengacu pada bagaimana konteks sosial, budaya, dan lingkungan berpengaruh terhadap bagaimana seseorang berkomunikasi. Komunikasi adalah proses mengirim dan menerima pesan yang mencakup tiga dimensi, yaitu konteks, kode, dan media. Dimensi konteks adalah cara seseorang berkomunikasi yang ditentukan oleh situasi, budaya, dan lingkungan tempat seseorang berada. Hal ini penting untuk diperhatikan karena konteks akan memengaruhi bagaimana pesan disampaikan dan diterima. Konteks sosial mengacu pada bagaimana norma, nilai, dan keyakinan sosial yang dimiliki oleh anggota masyarakat berpengaruh terhadap cara seseorang berkomunikasi. Norma mengacu pada bagaimana orang berperilaku dalam masyarakat, nilai mengacu pada bagaimana seseorang berpikir tentang masalah, dan keyakinan mengacu pada bagaimana seseorang meyakini suatu hal. Hal ini penting untuk diperhatikan karena akan memengaruhi bagaimana orang berkomunikasi. Konteks budaya mengacu pada bagaimana nilai, tata krama, dan tradisi yang ada di dalam suatu budaya berpengaruh terhadap cara seseorang berkomunikasi. Nilai adalah bagaimana suatu masyarakat atau budaya meyakini suatu hal, tata krama adalah bagaimana orang berperilaku di dalam suatu budaya, dan tradisi adalah bagaimana seseorang melakukan sesuatu berdasarkan apa yang telah diajarkan atau dipelajari dari generasi sebelumnya. Hal ini penting untuk diperhatikan karena akan memengaruhi bagaimana orang berkomunikasi. Konteks lingkungan mengacu pada bagaimana iklim, cuaca, dan topografi berpengaruh terhadap cara seseorang berkomunikasi. Iklim mengacu pada suhu udara dan kondisi, cuaca adalah bagaimana kondisi iklim di suatu wilayah, dan topografi adalah bagaimana suatu wilayah dibatasi oleh pegunungan, sungai, dan lainnya. Hal ini penting untuk diperhatikan karena akan memengaruhi bagaimana orang berkomunikasi. Kesimpulannya, dimensi konteks mengacu pada bagaimana konteks sosial, budaya, dan lingkungan berpengaruh terhadap bagaimana seseorang berkomunikasi. Hal ini penting untuk diperhatikan karena konteks akan memengaruhi bagaimana pesan disampaikan dan diterima. Dengan memahami bagaimana konteks berpengaruh terhadap cara seseorang berkomunikasi, orang dapat lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. 8. Dengan memahami pengertian komunikasi dari berbagai dimensi, kita dapat lebih menghargai dan mengerti cara orang lain berkomunikasi. Pengertian komunikasi dari berbagai dimensi adalah konsep yang melibatkan berbagai aspek komunikasi. Ini dapat meliputi proses, media, teknik, konteks, pesan, dan lain-lain. Aspek-aspek ini berkaitan satu sama lain dan saling memengaruhi satu sama lain. Proses komunikasi melibatkan pengiriman dan penerimaan pesan antar pihak yang melibatkan pengiriman informasi, baik verbal maupun non-verbal. Media komunikasi melibatkan alat dan teknologi yang digunakan untuk mengirim pesan, seperti internet, telepon, dan televisi. Teknik komunikasi melibatkan cara pengiriman pesan, seperti menggunakan bahasa atau berbagai jenis tanda tangan. Konteks komunikasi melibatkan situasi di mana pesan dikirim atau diterima, seperti di rumah atau di kantor. Pesan komunikasi melibatkan informasi yang dikirim dan diterima antar pihak. Memahami pengertian komunikasi dari berbagai dimensi ini penting untuk memastikan bahwa pesan yang dikirim dan diterima dengan benar. Ini juga penting untuk mengetahui cara yang tepat untuk berkomunikasi dalam berbagai situasi. Dengan memahami pengertian komunikasi dari berbagai dimensi, kita dapat lebih menghargai dan mengerti cara orang lain berkomunikasi. Kita juga dapat menggunakan teknik dan media yang tepat untuk memastikan bahwa pesan yang kita kirim dan terima dengan benar. Ini akan membantu kita untuk meningkatkan kompetensi komunikasi kita dan membuat komunikasi lebih efektif.

pengertian komunikasi dari berbagai dimensi